Welcome To The Blog Lamongan

Nazaruddin Tuding Candra Hamzah Bocorkan Surat Cegah

8 Mar 20122komentar

Kasus Korupsi Wisma Atlet
Blog Lamongan - Indonesia sudah bertaun-taun di grogoti dengan namanya Korupsi, dan korupsi sendiri sekarang sudah menjadi kebudayaan para Pemerintah Indonesia, Dimana para kasus korupsi yang selama ini di proses oleh hukum tidak ada dampak baiknya di masyarakat.
Semakin tahun Korupsi semakin menggila di Indonesia. salah satunya adalah Kasus Suap Wisma Atlet Jakabaring Yaitu "Muhammad Nazaruddin". Yang sampai saat ini tidak ada titik terangnya, malah sekarang saling tuding sana dan tuding sini. Akankah Hukum Indonesia ini bisa menuntaskan Korupsi kelas kakap, Semoga Pemerintah Indonesia ini sadar dengan adanya HUKUM.

Terdakwa kasus suap Wisma Atlet Jakabaring, Muhammad Nazaruddin, akhirnya mengaku mendapat bocoran soal rencana penerbitan surat cegah bagi dirinya bepergian ke luar negeri. Menurut Nazar, ia mendapat informasi dari Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Adapun Anas mendapat bocoran dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi saat itu, Chandra Hamzah.

"Yang menginformasikan saya mau dicekal adalah Anas. Saya menanyakan, 'Mas dari mana infonya?' Katanya (Anas) dari Chandra," kata Nazar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu 7 Maret 2012.

Nazar kabur ke Singapura bersama istrinya, Neneng Sri Wahyuni, pada 23 Mei 2011, saat namanya sedang ramai dibicarakan tersangkut kasus suap Wisma Atlet. Sehari kemudian surat cegah bepergian ke luar negeri diterbitkan Ditjen Imigrasi atas permintaan KPK.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu mengaku saat itu memang dirinya berangkat ke Singapura untuk berobat. Namun semula ia berencana pergi pada 24 Mei 2011. "Saya mau berangkat besoknya, 24 Mei 2011, tapi sama Mas Anas disuruh berangkat hari ini," kata Nazar. "Mas Anas dapat info dari Pak Chandra, saya besok mau dicegah,"

Setelah berkoordinasi dengan Anas, Nazar akhirnya bersedia berangkat pada 23 Mei 2011. Anas sendiri saat itu menjanjikan Nazar akan menyelesaikan masalah di internal Demokrat. "Katanya (Anas) yang penting ente (Nazar) ke Singapura. Pas saya mau pulang (ke Indonesia), saya diminta di sana saja dulu. Disuruh tenang dulu," kata dia.





TERIMA KASIH TELAH MEMBACA ARTIKEL INI
Saat kita Pergi dari rumah Orang, Hal Paling Bijaksana Adalah Mohon Diri pada tuan rumah, Tinggalkan Komentar sebagai tanda anda telah mengunjungi kami, Kami akan jaga silaturahmi anda dengan memberi anda kunjungan balasan dan komentar.
Share this article :
Loading...

+ komentar + 2 komentar

8 Maret 2012 pukul 12.18

ckckckck...gak habis2 nih kasus berantainya nazarudin...hehehe
sip inponya bang

8 Maret 2012 pukul 12.33

wah nazarudin. ga ada habisnya, dan sampai sekarng juga ga ketemu titik terang dan gmn nasib dia. ane awam sama politik tapi kesel juga kalau lihat begini, tak ada bedanya sama gayus sampe sekarang entah kemana beritanya.

Posting Komentar

Kebijakan berkomentar akan dihapus, jika tidak sesuai dengan aturan-aturan dibawah ini, Demi kenyamanan kita bersama :

» Menggunakan bahasa yang tidak sopan (Sara, Pornografi, Menyinggung atau Berkata Kasa)
» Duplikat komentar
» Komentar menautkan link secara langsung
» Komentar tidak berkaitan dengan artikel
» Judul Komentar Berupa Promosi

Terima Kasih Atas Komennya dan Komentarnya

 
Support : Blog Lamongan | Creating Website | Mas Template | Pusat Tutorial
Copyright © 2011. Blog Lamongan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by Blog Lamongan
Proudly powered by Blogger